Profil Pesantren
Mengenal lebih dekat Pondok Pesantren Al Qur'an Al-Barokah, sejarah, visi misi, dan struktur organisasi.
Sejarah Singkat
Grumbul Kopen Jenggul merupakan bagian dari Desa Karangjati, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Nama “Kopen” berasal dari warisan leluhur yang menggambarkan bentuk tanah memanjang seperti perahu. Secara filosofis, nama tersebut mengandung doa agar kelak hadir seorang “nakhoda” yang membimbing masyarakat menuju keselamatan dan keberkahan.
Cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Al-Barokah bermula pada tahun 1999, ketika Haji Prawiro Wiharjo Parsikun, seorang pengusaha asal Purbalingga, mendapat nasihat dari pamannya, K.H. Darkam (Danasri, Kroya, Cilacap), untuk membangun “kelutuk” yang dimaknai sebagai masjid ibarat sarang lebah yang menghasilkan madu, simbol keberkahan bagi masyarakat. Atas nasihat tersebut, beliau membeli tanah seluas ±980 m² (70 ubin) di wilayah perbatasan Desa Karangjati, Berta, dan Derik.
Di atas tanah tersebut dibangun Masjid Al-Barokah berukuran 14 x 12 meter. Dalam proses pembangunannya, beliau bahkan menjual 40 ekor kerbau demi menyelesaikan amanah tersebut. Masjid Al-Barokah, yang namanya diambil dari putrinya Siti Barokatun, diresmikan pada 24 Maret 2000 (awal Dzulhijjah 1421 H) oleh Bupati Banjarnegara saat itu, H. Djasri, dan kemudian diwakafkan untuk masyarakat.
Upaya memakmurkan masjid terus dilakukan. Pada akhir tahun 2000, didatangkan tenaga pengajar dari Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang, namun belum menetap secara permanen. Awal tahun 2001, hadir K.H. Faishol Munif SQ. al-Hafidz dari Wonosobo yang kemudian merintis pengajian dan mendirikan Pondok Pesantren Qur’an Al-Barokah dengan fasilitas sederhana. Jumlah santri saat itu mencapai 15 santri mukim dan sekitar 250 santri non-mukim. Namun, setelah satu tahun, beliau kembali ke Wonosobo untuk melanjutkan amanah gurunya, sehingga kegiatan pesantren sempat mengalami kevakuman selama kurang lebih dua tahun.
Tahun 2004 menjadi titik kebangkitan kembali. H. Parsikun menghadirkan Ustadz Dadang Daud Yusuf, alumni pesantren di Jawa Barat dan Jawa Timur, untuk mengelola dan menghidupkan kembali pesantren yang saat itu dalam kondisi rusak dan tanpa santri. Pada 22 Maret 2004 (1 Muharram 1425 H), beliau resmi memulai kembali kegiatan pengajian di Masjid Al-Barokah.
Perkembangan pun mulai terlihat. Dalam satu tahun, jumlah santri meningkat signifikan dari berbagai jenjang usia. Untuk memperkuat legalitas dan pengembangan kelembagaan, pada 2 Agustus 2005 didaftarkan lembaga pendidikan ke Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, meliputi:
-
Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Barokah (terdaftar tahun 2002)
-
Pondok Pesantren Qur’an (PPQ) Al-Barokah (terdaftar tahun 2002)
-
Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Hidayatul Ulum Lil Barokah (terdaftar tahun 2008)
Sejak saat itu, Pondok Pesantren Al-Barokah terus berkembang sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan generasi Islam di wilayah Karangjati dan sekitarnya, sejalan dengan doa para leluhur tentang hadirnya “nakhoda” yang membawa keberkahan bagi masyarakat.
Struktur Organisasi
Visi & Misi
Visi:
Misi:
Pimpinan Pesantren
KH. Dadang Daud Yusuf
Pengasuh
Ustadzah Darsini
Kepala TPQ
Ustadzah Kholifah Zahla K. K., S.Psi.
Kepala MDT